About Me


Assalamualaikum W.B.T. My name is Mohd Razman Bin Razali. I'm 23 years old now. I was born in Kampung Paya Jaras at 3 March 1986. I have started my study at the Sekolah Kebangsaan Sungai Pelong and Sekolah Rendah Agama Paya Jaras. Then i futher my study to the Sekolah Agama Menengah Paya Jaras and completed my secondary level at Sekolah Agama Menengah Tinggi Kuala Kubu Bharu, Selangor D.E. I was an active person during my primary and secondary studies. I was a prefect holded position assistant head of school prefect during my secondary study. I'm also the president for the Bahasa club and a members of PKBM laut. I was also the winner of Tilawah Quran competition at selangor level.


My Father name is Razali Bin Mokhtar. He is working as lorry driver. My mother name is Darwisma Binti Suid. He is a hordworking housewife. And i love her very much. I'm the fisrt child frommy father and mother. I have three litle sister and one little brother; Razimah 21 years old, now studying and working as nurse at Kolej Kejururawatan Seremban beside the Hostipal of Tuanku Ja'afar. Next is Norramizah, studying at secondary school at Bandar baru Sungai Buloh in form five. The third is my little brother name Muhammad Rafi'e. He is now studying at Sekolah Agama Menengah Paya jaras in form 1. Last but not least, my last little sister Nurfatin Maisarah. Now she still studying at kindergarden. I thank to Allah cause give me a happy and harmony family.

Now, i'm undergraduate student of International Islamic University of Malaysia IIUM bachelor of Islamic Revealed knowledge and heritage, minoring in ICT. This is my forth year in this university since 2006. Talking about my own interest, i love to do community service and dakwah to people. My own ability is on motivating people and community service. Now i'm the YDP of PEPIAS Gombak (Persatuan Pelajar Islam Selangor) one of the non-governance-organization under MAIS (Majlis Agama Islam Selangor) and also a trainer for PEPIAS. I love to do social work, go to schools giving motivation and inspired the student to studyhard and be a good Muslim or Muslimah. As we know this is our responsibility towards others in order to put Allah in the heart of Muslims to build new of Solahudding generation. InsyaAllah, our effort being with the blessing of Allah and His Messengers.


MAKNA HIJRAH...



Bagi mereka umat Islam mungkin lebih banyak yang memperingati tahun baru Masehi daripada tahun baru mereka sendiri (hijriyah). Sehingga mereka tidak mengetahui sejarah tahun baru hijriyah. Permulaan Tahun Hijriyah diambil dari pertama kali Nabi Saw hijrah dari Makkah menuju Yatsrib (Madinah). Kenapa Nabi melakukan hijrah? Apa pula pengertian dari hijrah dilihat pada zaman sekarang?


Pengertian hijrah adalah perubahan, reformasi. Nabi Muhammad melakukan hijrah memang karena perintah Allah supaya umat Islam waktu itu boleh mengadakan perubahan. Karena waktu itu penduduk Makkah masih banyak yang kafir dan masih fanatik dengan ke-kafir-an mereka.


Bila kita berdiam diri di suatu tempat yang tidak menguntungkan kita, kita harus mengadakan 'hijrah' ke tempat lain. Siapa tahu tempat itu akan memberi perubahan 'nasib' pada diri kita. Menuntut ilmu di negeri orang pun merupakan hijrah kita untuk mengadakan perubahan ilmu pada diri. Dan Allah akan memberikan jaminan perubahan pada kita.


Allah berfirman:


"Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak." ( 4:100 dan 16:41)


Apabila kita melihat sejarah dari hijrah Nabi, maka kita akan memperoleh 3 prinsip yang mendasari hijrah:


1) Prinsip masjid.

Rasulullah waktu pertama kali hijrah, yang Beliau bangun adalah Masjid. Kenapa masjid? Karena masjid menjadi keperluan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Innahu masjidun ussisa ala al-attaqwa. Jadi, bila kita mau hijrah, kita harus mempunyai 'masjid' pada diri kita. Masjid itulah yang membentengi diri kita dari hal-hal yang dibenci oleh Allah. Bila 'masjid' lepas dari diri kita, bukannya kita akan menuju yang lebih baik, malah sebaliknya. Negara kita apabila ingin 'hijrah' menuju negara yang bebas korupsi dan perbuatan kotor lainnya haruslah membangun 'masjid' pada diri para pejabat negara.


2) Prinsip ukhuwah Islamiyah.

Hal ini terlihat dari sambutan hangat kaum Anshor terhadap kaum Muhajirin. Walaupun mereka tidak mengenal satu sama lain. Kalau kita menghendaki hijrah, haruslah ukhuwah Islamiyah kita tegakkan.


3) Membangun ukhuwah dengan orang-orang asing, bil ajanib, termasuk dengan orang Nashrani dan Yahudi.

Jika ditelusuri, komposisi masyarakat Madinah waktu itu kira-kira 10.000 penduduk. 6000 orang Yahudi, 2000 Nasrani, 1500 orang Islam.
Ditengah-tengah masyarakat yang plural tersebut rasulullah membuat kesepakatan damai yang dikenal dengan "piagam Madinah".


Jadi, untuk mencapai hijrah kita harus menggunakan prinsip hijrah Rasul diatas, yakni membangun masjid (taqwa) pada diri kita, membangun ukhuwah Islamiyah, dan membangun ukhuwah bil ajanib (membangun hubungan dengan non-muslim).Karena mereka juga makhluk Allah. Bila itu boleh terealisasi pada diri kita, niscaya tidak ada lagi umat islam yang meledakkan dirinya guna membunuh gologan yang mereka anggap kafir.




Seminar Serantau Memperingati Bapak M.Nasir